Daftar Masjid Megah Dan Istimewa Di Kota Gorontalo

Masjid Agung Baiturrahman

Kabupaten Gorontalo adalah salah satu kabupaten tertua di provinsi Gorontalo. Ibu kota kabupaten ini terletak di Limboto. Sejak didirikan pada tahun 1959 sebagai kabupaten sejauh ini, Kabupaten Gorontalo telah mengalami tiga divisi.

Divisi pertama pada tahun 1999 menelurkan kabupaten Boalemo, divisi kedua pada tahun 2003 menelurkan kabupaten Bone Bolango, dan akhirnya pada tahun 2007 di utara kabupaten Gorontalo.

Masjid Agung Baiturrahman adalah masjid agung di Kabupaten Gorontalo yang dibangun di Limboto sebagai ibu kota kabupaten Gorontalo. Diresmikan pada tahun 1979, masjid ini adalah masjid terbesar dan terbesar di Kabupaten Gorontalo. Masjid seluas 22.500 meter persegi berdiri di atas tanah wakaf seluas 62.500 meter persegi dan dapat menampung sekitar 2.500 jemaah sekaligus.

Masjid Agung Baiturrahman

Situs Masjid Masjid Baiturrahman terletak di pusat kota Limboto bersama dengan Menara Kebagungan Limboto di sebelahnya, dan seolah berfungsi sebagai menara masjid agung Kabupaten, dua bangunan indah ini seperti satu ikon kota.

Bentuk menara Limboto yang megah menyerupai Menara Eiffel di kota Paris, Prancis, itulah sebabnya para netizen sering menyebut tempat ini Paris kecil di Limboto. Pemandangannya memang indah di malam hari dengan lampu yang menerangi menara dan Masjid Baiturrahman Hebat.

Masjid Agung Baiturrahman adalah masjid terbesar di Kabupaten Gorontalo, yang terletak di pusat kota Limboto. Bangunan masjid menggabungkan dua gaya arsitektur, yaitu nusantara dan Arab. Ini bisa terlihat jelas dalam kombinasi atap utama berbentuk limas dan tujuh kubah bulat sebagai pendamping di sekitarnya.

Dari luar, masjid tampak megah namun bersahaja dengan dua kombinasi abu-abu putih dan putih. Sementara bagian dalam masjid memancarkan kesederhanaan, dinding masjid berwarna putih murni dengan aksen emas di bagian depan mihrab.

Masjid Agung Baiturrahim Moluo

Masjid Agung Baiturrahim adalah masjid besar di Kabupaten Gorontalo Utara, yang terletak di desa Moluo, Kecamatan Kwandang. Masjid ini dibangun pada 2011 di atas lahan 3.500 meter persegi dengan luas konstruksi 625 meter persegi dan kapasitas 1.000 jamaah.

Kabupaten Gorontalo Utara baru dibentuk pada tahun 2007 dan memiliki ibu kota di Desa Moluo, Kecamatan Kwandang, yang sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Gorontalo.

Sebagai masjid distrik, Masjid Raya Baiturrahim Moluo adalah pusat kegiatan Islam di kabupaten Gorontalo Utara, termasuk mengadakan hari libur Islam dan mengadakan sholat Idul Fitri dan Idul Adha untuk menyembelih hewan Qurban, yang biasanya dipusatkan di halaman masjid ini.

Sebagai contoh dalam shalat Idul Adha 10 Dzulhijah 1436 (2015) lalu, sholat Idul Adha di masjid ini juga dihadiri oleh bupati Gorontalo utara Indra Yasin dan Wakil Roni Imran. Setelah sholat Idul Fitri, Bupati dan Wakil Bupati secara simbolis menyerahkan seekor sapi kurban untuk disembelih dengan segera. Secara total, Bupati mendistribusikan 40 sapi qurban, dibantu oleh pemerintah setempat, untuk dipusatkan di pelataran Masjidil Haram dan diikuti di setiap kecamatan pada waktu yang bersamaan.

Islamic Center Gorontalo

Pengembangan Islamic Center Gorontalo, suatu bentuk renovasi sawah di kota, sedang menunggu revisi Peraturan Perencanaan Tata Ruang (RTRW).

Itu karena konstruksinya dikatakan melanggar peraturan RTRW nomor 40 tahun 2010-2030 dan peraturan walikota Gorontalo nomor 14 tahun 2015 tentang kontrol pemindahan sawah beririgasi teknis.

Menurut penuturan oleh staf Kantor Investasi dan juga Perizinan Terpadu Satu Pintu, Muhammad Abdul Kasim mengatakan pembangunan pusat Islam masih dalam tahap perencanaan dan belum memulai proses perizinan.

Muhammad Kasim mengatakan bahwa pembangunan pusat Islam belum termasuk dalam proses aplikasi.

Menurutnya, pihaknya dan Bappeda serta Kantor PUPR Kota Gorontalo masih mengkaji aturan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk mengakomodasi sawah beririgasi teknis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *