Wisata alam sambil bermain air di Curug Gomblang

Curug Gomblang salah satu air terjun yang berada di lereng Gunung Slamet. Tempat yang jauh di rimba lindung pemerintah, membuat Curug Gomblang masih alami serta nyaman untuk di nikmati. Meskipun tidak tinggi tetapi debet air di Curug cukup deras.

Tinggi air terjun seputar 50 mtr. dengan tebing batuan andesit serta pemandangan alam yang eksotis di sekelilingnya, jadi daya tarik tertentu dari Curug Gomblang. Pemandangan alam rimba hujan tropis yang masih tetap asri serta sejuknya air terjun Curug Gomblang, membuat beberapa pengunjung kerasan.

Air terjunnya terbagi dalam satu arus, tetapi selanjutnya terpisah jadi dua. Ke-2 air terjun itu berdampingan serta airnya jernih sekali. Latar di seputar air terjun berbentuk semak, pohon perdu. Pengunjung akan mendapatkan rotan serta tentunya lumut.

Kolam air di bawah air terjun ini tidak besar, lebarnya seputar 20 mtr.. Batu kali di seputar kolam air terjun benar-benar bersih, serta mempunyai warna yang ciri khas, eksotis. Derasnya air terjun yang sampai di bawah memunculkan riak ombak ke pinggiran.

Percian air terjun terkadang terikut angin menghembus ke beberapa arah membuat situasi jadi dingin fresh. Kecuali nikmati air terjun serta alam, pengunjung dapat berpose ria di selfie deck dengan latar belakang Curug Gomblang yang nampak benar-benar memesona yang belakangan ini disediakan.

Tempat Curug Gomblang

Air terjun alami itu berada di desa Baseh persisnya di Desa Kalisalak, kecamatan Kedung banteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Dari pusat kota Purwokerto, curug Gomblang ini dapat dilakukan seputar 42 menit. kami bisa memanfaatkan layanan travel jakarta purwokerto untuk bisa sampai ke tempat ini.

Jalur Ke arah Curug Gomblang

Curug gomblang sendiri sebuah air terjun yang terletak di lereng gunung Slamet dengan ketinggian yang tidak tinggi.

Untuk jalur perjalanannya sendiri, dari pusat Kota Purwokerto dapat tempuh jalan ke arah arah Karang Lewas. Di perjalanan kelak akan mendapatkan tugu perempatan pasar Karang lewas. Disini, teruskan perjalanan ke arah arah Kedungbanteng sampai kelak usai di Desa Baseh.

Sampai di Desa Baseh, dapat bertanya ke masyarakat seputar tentang tempat Curug Gomblang Banyumas ini. Perjalanan belum selesai. Pengunjung harus lakukan treking mudah untuk dapat sampai di tempat air terjun.

Saat di perjalanan, anda akan lihat panorama yang tidak kalah indahnya seperti rimba yang cukup lebat dengan udara yang sejuk. Tentu saja situasi itu tidak anda jumpai di kota. Pengunjung akan mendapatkan beberapa spot berpose.

Jam Membuka Curug Gomblang

Tempat rekreasi ini membuka selama seharian, selama minggu. Akan tetapi, untuk keamanan, seharusnya jangan memaksa diri bertandang waktu hari gelap..

Waktu paling baik untuk berkunjung ke Curug Gomblang ialah di saat musim kemarau sebab airnya benar-benar jernih.

Ticket Curug Gomblang
Harga ticket masuk Curug Gomblang ini juga lumayan murah, yaitu cuma sejumlah Rp 5.000 per orang.

Sarana Curug Gomblang

Pengelola terus tingkatkan service dengan mengatur jalan masuk serta membuat beberapa sarana simpatisan, seperti mushala, toilet, serta tempat untuk berlindung.

Kecuali menyuguhkan panorama yang elok, curug Gomblang mempunyai sarana berbentuk papan berupa hati yang ada pas di muka curahan air terjun. Sarana ini sering dibuat spot photo oleh beberapa pengunjung.

Daya Tarik Curug Gomblang

Hikking
Setelah dari tempat parkir danemembaya rtiket, pengunjung akan dibawa meregangkan otot kaki, untuk hiking mudah. Perjalanan ke arah Curug Gomblang diteruskan dengan telusuri jalan setapak di samping tempat parkir.

Situasi jalan setapak cukup baik sampai pinggir saluran sungai serta air terjun. Pada tengahnya perjalanan ada banyak bangunan gasebo serta tempat duduk bambu untuk tempat istirahat pengunjung.

Selain itu ada beberapa gardu pandang untuk spot photo selfie berlatar panorama alam lereng perbukitan. Dari terlalu jauh mulai terlihat panorama air terjun atau curug yang dijepit oleh dua tebing perbukitan yang lumayan tinggi.

Teritori Curug Gomblang ada di daerah Perum Perhutani Kesatuan Penopangan Rimba Banyumas Timur. Curug ini ada di ketinggian 700 mtr. di atas permukaan dari laut. Curug ini bertipe air terjun langsung jatuh ke fundamen tebing tanpa ada berhenti dalam satu tingkatan.

Curug atau air terjun ini mempunyai ketinggian seputar 50 mtr. serta di bagian dasarnya membuat saluran sungai. Debet air terjun ini termasuk masih serta tidak dikuasai oleh musim.

Lingkungan Alami
Curug Gomblang adalah air terjun yang alami, nampak anggun airnya belum pernah stop mengalir lewat rimbunnya pohon-pohon di seputar air terjun yang membuat situasi semakin menkjubkan.

Curug ini belum juga diurus dengan cara masif untuk tempat rekreasi masal. Terletak jauh dari perkampungan ditambah tidak ada panduan arah serta akses jalan yang jelek mempersulit siapapun yang ingin ke arah curug, hingga dibutuhkan orang yang memahami wilayah sana supaya tiba di tujuan.

Dengan semua kesusahan yang ada membuat orang jarang-jarang datangi curug ini serta orang lokal sekalinya. Hingga curug ini jadi kurang populer. Walaupun demikian ada pula nilai positifnya yakni sampai sekarang ini Curug Gomblang masih terbangun kealamiannya.

Situasi itu membuat keelokannya tidak menyusut oleh tangan-tangan jail yang kurang menghormati alam.

Air yang mengalir sangat bersih serta bening hingga demikian menganakemaskan mata pengunjung. Air berasa demikian fresh saat pengunjung membersihkan muka. Dengan membersihkan muka, energi seolah penuh kembali lagi, capek seolah lenyap.

Panorama seputar curug yang hijau serta asri lengkapi keelokan yang sudah ada. Semua masih terlihat alami tidak terlihat tumpukan sampah plastik serta non organik yang lain di seputar Curug Gomblang.

Dekat Dengan Objek Lain
Desa Kalisalak, tampangnyapeka manfaatkan kesempatan berbentuk kekuatan Rekreasi. Mereka mengurus desa mereka jadi seperti tempat ekowisata, dengan manfaatkan Curug Gomblangs ebagai titi sentralnya.

Mereka mempromokan kekuatan rekreasi lain di desa mereka. Dua salah satunya dalah curug lima serta bumi perkemahan atau tempat camping.

Curug Lima menganakemaskan pengunjung dengan lima saluran air yang terpecah ke bawah dengan khasnya, sesuai namanya. Jadi ‘panjangan tangan’ dari Sungai Logawa, curug ini menyuguhkan panorama air terjun yang dikelilingi belantara rimba hijau serta asri.

Jejeran batuan kali yang ada di seputar Curug Lima dapat pengunjung buat duduk enjoy sekalian mengisap udara fresh atau sebatas berfoto-foto. Intinya, sekali tiba ke Curug Lima, pengunjung akan tidak bergerak.

Dari tempat camping ground, beberapa pekemah bisa lihat keelokan panorama Kota Purwokerto pada malam hari. Kerlap-kerlip lampu di jalan serta pemukiman nampak benar-benar indah. Spesial untuk camping ground, peminat yang akan berkemah, dapat pesan 1 minggu sebelum pekerjaan, biayanya murah cuma Rp 15 ribu per orang.

Panduan Berkunjung ke Curug Gomblang
Waktu yang pas untuk tiba ke tempat rekreasi ini ialah waktu musim kemarau. Sebab air curug tidak kotor.

Untuk jaga kebersihan tempat rekreasi itu, pengunjung diwajibkan tidak untuk buang sampah sembarangan. Pengunjung diharap menyimpannya terlebih dulu sampai anda mendapatkan tempat sampah

Objek Rekreasi Dekat Curug Gomblang
Kecuali manfaatkan kekuatan alam, masyarakat kecamatan Kedung Banteng rupanya kreatif. Di tahun 2019 lalu, masyarakat desa Melung, Kedung Banteng membuat suatu rekreasi pemandian yang unik, yakni Pagubugan.

Rekreasi ini Berbentuk Kolam Pemandian di Tengah Sawah. Manfaatkan sawah terasering punya desa. Lanscape kolam pemandian berada dijepit teras-teras sawah dengan panorama bukit menjulang di bawah kolong langit biru.

Masih terdapat di kaki gunung slamet, di kecamatan Kedung Banteng, ada bukit yang asri serta benar-benar sejuk. Bukit TRanggulasih Windujaya namanya. Dari bukit ini, pengunjung dapat lihat kota Purwokerto dari ketinggian. Bukan hanya Purwokerto, serta Purbalingga serta Pemalang juga nampak dari atas bukit ini.

Untuk pengunjung yang memiliki hoby camping, tempat ini benar-benar pas sekali menjadi tujuan. Tempatnya juga tidak jauh dari pemukiman masyarakat. Serta di teritori ini banyak penjual minuman, gorengan, camilan, mi instant, kopi, dan lain-lain.

Satu hal yang ahrus dikenang. Untuk pengunjung kita harus juga turut jaga serta melestarikan keelokan alam Curug Gomblang. Cukup hanya tidak buang sampah asal-asalan serta tidak menghancurkan apakah yang berada di alam itu. Kita telah turut melestarikannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *